Cara Aplikasi Bioboost Pada Tembakau


Merapat Para Petani Tembakau.?

img_20160526_005659.jpg

Cara Aplikasi Pupuk Bioboost Pada Tembakau.

Keuntungan Penggunaan K-Bioboost Pada Tembakau :

Kebutuhan per hektar tanaman 5 s.d. 6 liter K-Bioboost untuk sekali tanam.

Hemat pupuk kimia, kompos dan kandang) sampai dengan 50%.

Relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Aroma tembakau lebih kuat.

Daun yang dihasilkan relatif lebih besar.

Waktu panen lebih cepat.

 

Aplikasi K-Bioboost Untuk Pembibitan :

Rendam benih dengan larutan K-Bioboost (10 ml K-Bioboost : 1 liter air) selama 1-2 jam lalu dikering anginkan. (Setelah perendaman, sisa air disiramkan saja ke lahan).

Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.

Setelah bibit berumur 30 hari dipersemaian semprotkan larutan K-Bioboost (10 ml K-Bioboost : 1 liter air) secara merata pada media persemaian. Bibit siap ditanam setelah berumur 35-55 hari dipersemaian.

 

Penanaman Dan Pemberian Pupuk :

Lahan diolah, dibajak/dicangkul, dan dibuat bedengan (40cm x 40cm) dengan jarak 90 s.d. 100 cm (jarak tergantung varietas) dan diberi pupuk kandang (4-6 ton) dan 100 kg pupuk SP 36 secara merata. Pupuk dasar setengah dari dosis biasa, dan harus diberikan minimal berjarak 3 hari dari penyemprotan K-Bioboost.

 

Aplikasi K-Bioboost ke-1.

Tiga hari sebelum penanaman, semprotkan larutan K-Bioboost (2 liter dicampur dengan 200 liter air). Lalu diamkan selama tiga hari.

 

Aplikasi K-Bioboost Masa Tanam :

Tiga hari setelah penyemprotan K-Bioboost, tanam bibit dengan jarak tertentu (tergantung varietas) pada bedengan. Lepaskan polybag, lalu benamkan bibit ke tanah sampai batas leher akar. Lakukan penanaman pada pagi atau sore hari.

Aplikasi K-Bioboost ke-2.

Pada saat tanaman umur 10 hari, siram/semprotkan larutan K-Bioboost pada barisan tanaman/kecambah. Pada tahap ini dibutuhkan 1 liter K-Bioboost (1 liter K-Bioboost dicampur 100 liter air).

Pemberian pupuk kimia ke-1.

Tiga hari setelah aplikasi pupuk Pupuk Hayati, berikan pupuk kimia, berupa campuran Urea (75 kg) dan ZA (100 kg) secara merata. Saat pemberian usahakan jangan sampai kena batang (tanaman akan terbakar).

Aplikasi K-Bioboost ke-3.

Pada saat tanaman umur 20 hari, siram/semprotkan larutan K-Bioboost pada lahan (sekitar pangkal batang). Pada tahap ini dibutuhkan 1 liter K-Bioboost (1 liter K-Bioboost dicampur 100 liter air).

Aplikasi K-Bioboost ke-4.

Pada saat tanaman umur 30 hari, siram/semprotkan larutan K-Bioboost pada lahan (sekitar pangkal batang). Pada tahap ini dibutuhkan 1 liter K-Bioboost (1 liter K-Bioboost dicampur 100 liter air).

Pemberian pupuk kimia ke-2.

Tiga hari setelah aplikasi K-Bioboost, berikan pupuk kimia, berupa campuran Urea 50 kg dan ZA 100 kg secara merata.

Aplikasi K-Bioboost ke-5.

Pada saat tanaman umur 40 hari, siram/semprotkan larutan K-Bioboost pada lahan (sekitar pangkal batang). Pada tahap ini dibutuhkan 1 liter K-Bioboost (1 liter K-Bioboost dicampur dengan 100 liter air).

Iklan

Jika Blog Ini Kurang Berkenan di hati Anda Atau Ada pertanyaan seputar Solusi Sehat Bersama Produk k-link, Silahkan Posting pertanyaan anda di bawah, Saya Sangat Senang Mendengarnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s